Welcome

Let's Imagine With Me (Chery_Moon / e.k.Rahadian)

You Can View All Of Your Life

Istana Cerpen

cerpen kompas

JANGAN BERI AKU ARUM MANIS, lagi ...

Sabtu, 05 Februari 2011

Sekali lagi kau selalu berusaha meyakinkanku bahwa tak ada masalah dalam hubungan kita. Lalu kau benar-benar memelukku erat, tapi ...
Tak ku temukan kehangatan disana. Bahkan aku mulai merasa tak ada lagi cinta untukku disana, dihatimu .

31 Januari,
Sore yang aneh, aku tak mampu mengartikan goresan awan yang sejak tadi mengikuti langkahku.
Dusta yang tersirat. Oh begitu menikamku. Terhujam. Terluka. Buta. Sakit. Amarah. Tak percaya. Kalut. Aku merasakannya sekaligus.

Tak tidur semalaman. Menangis perih sampai pusing dan sesak. Kau tak akan pernah tau itu. Betapa aku telah terlanjur menitip hatiku padamu.
Sesungguhnya aku tak mampu!!

TERNYATA DIA …….. …… …?

Senin, 03 Januari 2011

“Aduuuhh!!”
“Tita! Hati-hati dong turunnya! Sini, minggir bentar, biar gue liat!”
“ehm, biasa aja Do, kagak sakit” gue meringis
“kalo ngga sakit, ngapain loe pake pincang gitu jalannya, coba deh gue buka sepatu loe ya!”
“aw... Dodo!!! Sakit tau’”
“yee... kenapa tadi bilang kaga sakit kalo nyatanya memar gini”
“ayoo berangkat! Keburu pak satpam ngomelin kita lagi” gue jalan terpincang-pincang sedikit lari-lari. Uhm, sakit bener nih kaki gue.

Karena keburu masuk, gue jalan sampek pake nabrak tukang loper koran yang biasa mangkal di sebelah baratnya halte. Untungnya tuh orang kaga marah ke gue.

Cinta LILIN DAN HUJAN


            Melihatnya lagi di halte itu. di beberapa bagian bajunya terlihat basah oleh air hujan. Sepertinya dia kedinginan. Terlihat sejak tadi ia bersedekap mencoba menghangatkan tubuhnya.
            “jangan pergi dulu sebelum hujan reda. Nanti kau bisa sakit kalo sering hujan2 an” ucapku di tengah hujan itu yang sejak tadi terus menyerang tubuhku. Menembakkan peluru air padaku. Meluncur cepat dari langit yang seakan berharap aku akan lelah menantinya. Tidak! Hahahaa. Aku menyukai hujan dan juga menikmatinya. Jadi aku tidak takut. Oh senangnya. Sesekali matanya berbelok ke arahku.
            Ku lihat ia berdiri, merapikan rok seragamnya yang sedikit basah. Ia beranjak dari tempat duduk menuju angkot langganannya dg sedikit berlari untuk menghindari serangan hujan.
            “hati2 di jalan ya... lekas mandi agar tak masuk angin” pesanku
Aaah indahnya hari ini, teriakku pada hujan dengan menengadahkan wajahku serta ku lepaskan tanganku dari stang sepeda dan ku bentangkan tangan ku kesamping seperti menantang hujan. Ya, beginilah caraku menikmati hujan bersamamu.
”Wuuuhhhuu”


***
”kamu basah kuyup?”aku terkaget. ”kenakan jaketmu dan bersedekaplah agar tubuhmu hangat” ku parkir sepedaku tak jauh dari tempatnya. Kali ini dia tak menemukan tempat duduk saking ramainya orang yang hanya sekedar berteduh menghindari hujan di halte. Inginnya aku berada di sampingmu dan mencoba mencairkan suasana agar kau merasa lebih hangat.

Intip Aku. Aku Mengintipmu

Rabu, 08 Desember 2010

            Seperti biasa angkot langganan sudah ngetem di depan rumah.
“Non di anter sampe depan sekolah atau di perempatan depan aja?”
            “prempatan depan aja pak. Makasih ya paak”
            “iya Non… ati-ati”
Ku langkahkan kakiku di jalanan ini. Seperti biasa, berjalan kaki adalah hal paling menyenangkan bagiku. Hingga aku sampai pada sebuah rumah minimalis dengan pagar cat hitam yang simple. Rumah yang selalu membuatku untuk berhenti di ujung pagar dan melongok sedikit mengintip dari celah-celah nya. Memperhatikan kegiatan seseorang yang sedang asyik dengan hidup dan kesehariannya.

Kemalaman

KEMALAMAN. Kulambaikan tangan. Bus itu menyalakan lampu kirinya yang berwarna merah, dan berhenti di depanku. Sedangkan suara iqomah dari mushalla yang telat masih mempercantik udara yang kian kelam menghitam. Jingga mega sore kian lenyap dari atap Bumi. Hari mulai malam dan aku naik tangga bus satu-persatu. Sepi, sepi sekali. Hanya ada suara angin yang terbelah, mesin bus, kaca jendela yang kocak dan rengekan anak kecil yang tak lagi betah duduk di pangkuan ibunya dalam bus pengap ini. Bus itu berhenti di terminal selanjutnya dan menaikkan seorang penumpang wanita yang memilih duduk di sampingku. Lalu senyap kembali merayap. Kernet yang tadinya berkoar-koar mencari penumpang-pun diam terduduk lesu.

Aku Ada !!

Rabu, 24 November 2010

            “cinta sakit? Kok pucet? Aku anterin ke kantin yuk. Aku temenin cinta makan. Ya Tuhan! Kening Cinta panas”
            ”gp2 kok cintaa ... aku baik2 j”
            ”cinta kita ke UKS yuk. Aku temenin. Biar nanti aku ijin g ikut pelajaran”
            ”cintakuuu .... aku baik kok. G knp2. beneran deh”
            ”cinta gitu... aku Cuma g mau cinta sakit”
            ”cinta balik ke kelas aja gp2. udah mau masuk. Nanti aku tunggu di lapangan”
            ”ya udah. Bye cinta”

            Aku ngerti kok. Kamu lagi ngga enak badan jadi fikiranmu ngga begitu konsen. Aku ngerti kok kamu ngga mau ngerepotin aku. Tapi aku khawatirin kamu. Aku ngerti kok kamu bisa mandiri dan ngga mau bergantung. Aku ngerti kamu, cinta. Mungkin setelah kondisi kamu baikan, kamu pasti inget hari ini tepat 3 bulan kita jadian. Aku percaya kamu inget itu. I love you my lovely

Matter What !!!!


            “kamu cewek unik By” lagi-lagi kata itu keluar dari mulut Akang Feri. Akang yang aku kenal di kota kelahiran Bunda, Malang. Memang lama sekali aku nggak ke Malang tapi semenjak aku pulang ke kota Ayah setiap hari setiap saat Akang Feri ngga pernah lekang nyisihin waktunya untuk sekedar sms atau kirim pesan di facebook atau ngajak chatting di mig33. Lebihnya lagi kalau pas tengah malam kita sering banget kebetulan ketemu di mig33 atau facebook. Dia tau banget kebiasaanku yang suka begadang sampek pagi atau sibuk bikin cerpen yang waktunya sesuai banget dengan jam pulang kerjanya, jadi kita bisa luangin waktu bareng.

 

Lorem

Ipsum

poem (20) last (8) imagine (4) miss u (4) tentang hujan (4) Arum Manis (2) flsh back (2) hope (2) dulu (1) duluu sekali (1)

Dolor

poem (20) last (8) imagine (4) miss u (4) tentang hujan (4) Arum Manis (2) flsh back (2) hope (2)